AGUSTUS 25TH, 2010
By LATU

Monas
Delapan bulan yang lalu, tepatnya di bulan November 09, saya menyumbang angka untuk sensus penduduk Jakarta alias saya mencoba menjadi penduduk tetap kota Jakarta. Kesan pertama saya datang ke kota ini adalah sumpek, sumpek oleh macet, polusi, dan antrian. Inilah yang menjadi kendala saya untuk hidup di Jakarta.
Bayangkan, untuk bepergian (bukan sekedar muter-muter komplek rumah), kamu harus meluangkan waktu rata-rata setengah jam hanya untuk berkutat dengan kemacetan (catat: macetnya saja, belum jaraknya). Itu berarti jika kamu berangkat kerja pagi-pagi, kamu harus merelakan setengah jam dari waktu tidurmu untuk nyemplung di kemacetan.
Ada cara cepet untuk Read more »

cinta
cinta hanyalah sebuah kata
terbentuk atas susunan 5 huruf yang berbeda
pun dengan persepsi orang yang tidak hanya 1, 2, atau 3
namun ujung yang akan ditemui hanya dua
kesedihan atau kebahagiaan
cinta hanyalah sebuah roman
dengan tokoh utama aku dan sang pujaan
dan alur yang bisa kita temui dalam apapun perjalanan
mau kamu arahkan ke kiri atau ke kanan
tetap kesedihan atau kebahagiaan adalah ujungnya
Read more »

wisuda
Selamat datang di gerbang kehidupanmu yang baru
Tidak perlu panik
Teman yang pernah kamu dapatkan dalam perjalanan
sudah menantimu dengan suka cita
siap menemanimu mengarungi jalan panjang tiada akhir
Cerialah! Maka temanmu akan membuatmu tersenyum
Mantapkanlah hatimu dan biarkan temanmu
membuatmu lebih percaya diri
Jangan kamu pernah cepat merasa puas
Disaat kamu berteriak akan kesuksesanmu menggapai udara
disaat itulah kamu merugi
Pasti selalu ada hasrat yang belum kamu capai
Raihlah dengan doa, usaha, dan cinta
maka kamu akan dapatkan lebih dari kepuasan,
kebahagiaan

I'm sorry
Sabar-sabar, artikel ini bukan menceritakan saya sering berdusta sama sang kekasih. Artikel ini saya dapat dari milis kantor karangan Bayu Gawtama, seorang life sharer. Isinya sangat menyenangkan untuk dibaca karena itu saya share disini agar bisa dibaca oleh umum. Enjoy it!
Read more »
Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar.
FEBRUARI 17TH, 2010
By LATU
DESEMBER 21ST, 2009
By LATU

mimpi
Semua orang pasti atau setidaknya pernah memiliki mimpi karena mimpi tidak mengenal usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan atau bahkan kondisi kesehatan. Mimpi yang dimaksud di sini adalah mimpi yang dilakukan secara sadar –bukan bunga tidur- atau yang biasa kita kenal dengan istilah “harapan”. Mimpi adalah tindakan imajinatif dalam pikiran yang dapat menghasilkan sebuah kekuatan yang dapat kita gunakan sebagai jembatan masa depan. Kekuatan yang tanpa kita sadari dapat mempengaruhi sel-sel otak kita untuk mewujudkan harapan. Karena mimpilah kita memiliki kekuatan untuk memperjuangkan sesuatu, walaupun dalam prakteknya kita mungkin akan melewati keadaan yang kadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
“Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”. Kalimat ini saya ambil dari film “Sang Pemimpi”. Kalimat yang Read more »
OKTOBER 25TH, 2009
By LATU

dengan dasi bikinan si pacar
23 Oktober 2009
Jatuh pada hari jumat, yaitu 1 hari sebelum saya di wisuda dari kampus tercinta. Semua yang diperlukan untuk wisuda telah saya persiapkan dengan baik, tak terkecuali memastikan si pacar datang. Saya ingin yang mengantarkan mama papa bukan LO, tapi si pacar, yang katanya besok akan memberikan kejutan untuk saya. Tersirat sih, tapi saya bisa menangkap pancaran dari sinyal gerak tubuhnya. Tapi saya tidak memaksa dia untuk memberitahukan kejutannya walaupun saya menjadi sangat penasaran.
24 Oktober 2009
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hari dimana saya akan melepas status lajang, eh status mahasiswa sarjana di ITB. Pukul 5.45 saya bangun dan mulai sarapan. Semuanya berjalan lancar hingga kami sekeluarga tiba di lokasi parkir IF ITB. Masih sepi, karena mungkin teman-teman sudah berkumpul langsung di sabuga. Lalu saya pun mengajak kedua orang tua saya untuk berjalan menyusuri terowongan menuju sabuga. Papa saya pun tiba2 bertanya, “wulan mana?” Read more »
Tanggal 9 Juni 2009 jam 8.00, kamar saya diketuk dengan keras oleh suster yang menjaga kakek nenek saya. Saya diminta untuk ke rumah sakit untuk mendaftar ke dokter jantung agar nenek saya bisa langsung diperiksa begitu datang ke rumah sakit. Belakangan saya baru tahu kalau nenek saya sesak nafas jam 1/2 1 pagi.
Sampai jam 1/2 10 pagi saya menunggu di depan ruang periksa dokter jantung. Saya heran kenapa nenek saya belum datang2 juga, padahal sudah hampir 2 jam saya menunggu. Akhirnya saya menelpon tante yang akan mengantar nenek ke rumah sakit. Ternyata nenek saya ada di UGD dari jam 9 pagi.
Saya pun langsung ke UGD. Dan benar nafas nenek saya tersengal2 sampai harus dibantu oksigen. Cukup lama kami menunggu di UGD untuk bisa mendapatkan kamar untuk rawat inap nenek saya. Jam 2 siang saya pulang karena saya sudah sangat mengantuk akibat baru tidur jam 4 pagi.
Akhirnya sekitar jam 4 sore, nenek saya Read more »
2 hari ini bener-bener jadi 2 hari yang indah buat saya. Gimana ga, setelah beratus-ratus jam saya tidak melihat mukanya, akhirnya muka itu ada dihadapan saya. Saya bisa melihat mukanya dengan bebas, menyentuh rambutnya dengan pelan dan menghirup aroma parfumnya secara mendalam.
Kami pun berjalan-jalan ke Ciwalk untuk menonton Sinetron Ketika Cinta Bertasbih, yang katanya siih..diputer di 7 negara. Jadi kayanya bagus nih film. Namun sayang sungguh disayang, saya agak jenuh dengan sinetron ini. Mungkin kalau sinetron ini tidak menyuguhkan pemandangan Mesir yang sangat indah, saya udah tidur siang yang mahal. Hehe
Untungnya setelah itu saya terhibur dengan artis-artisnya yang secara eksklusif dateng ke Ciwalk. Ditambah Krisdayanti yang tampil cantik dengan busana serba pink (macam abg.. ), Melly Goeslaw sama siapa tuh yg feat sm dia pas nyanyi KCB.
Tapi terlepas dari itu, asal sama dia, jalan-jalan kemanapun terasa menyenangkan. Apalagi setelah ga ketemu cukup lama. Benar-benar menjadi 2 hari yang indah.
Makasi ya wulandari telah menjadi “dia”
FEBRUARI 18TH, 2009
By LATU
Sering banget kita jumpai berbagai bidang usaha yang menganut prinsip utama keramahtamahan. Paling keliatan klo kita makan di sebuah warung makan yang agak berkelas. Mulai dari masuk pintu, pesen makanan sampai keluar dari sana kita disambut dan ‘diusir’ dengan ramah dan sopan dengan harapan agar kita terkesan dan akan sering2 singgah kesana. Mungkin dengan ramah tamahnya mereka, rasa makanan yang tidak seberapa akan tertutupi.
Tapi ternyata prinsip ini tidak berlaku di sebuah kantin yang bernama GK* Barat ITB, dengan * = U. Udah sering gw kena damprat sama si kasir karena gw salah naro duit. Menurut dia, harusnya gw naro di baki tempat pembayaran, bukan di baki tempat kembalian.
Gw juga pernah kena damprat gara2 gw mesen makanan berulang2. Padahal maksud gw baik biar si ibu denger apa yg gw pesen (karena dia lagi ngobrol wkt gw pesen makanan).
Kekurangramahan mereka ternyata udah terkenal ke sepenjuru ITB. Fakta ini gw dapet wkt gw kuliah Komunikasi Pembangunan. Wkt itu sang dosen nyinggung-nyinggung masalah ini.
Tapi yg gw heran adalah kantin ini tetep ramai. Udah mana ga ramah, ga begitu enak makanannya, agak mahal pula. Hm..ternyata apa yg dikatakan Bapak Harry Lubis benar adanya, bahwa dimana disitu banyak orang, maka kekuatan untuk menyedot customer akan sangat besar. Dan itu emg benar, karena ternyata keramahtamahan bukan segalanya dalam usaha