
Monas
Delapan bulan yang lalu, tepatnya di bulan November 09, saya menyumbang angka untuk sensus penduduk Jakarta alias saya mencoba menjadi penduduk tetap kota Jakarta. Kesan pertama saya datang ke kota ini adalah sumpek, sumpek oleh macet, polusi, dan antrian. Inilah yang menjadi kendala saya untuk hidup di Jakarta.
Bayangkan, untuk bepergian (bukan sekedar muter-muter komplek rumah), kamu harus meluangkan waktu rata-rata setengah jam hanya untuk berkutat dengan kemacetan (catat: macetnya saja, belum jaraknya). Itu berarti jika kamu berangkat kerja pagi-pagi, kamu harus merelakan setengah jam dari waktu tidurmu untuk nyemplung di kemacetan.
Ada cara cepet untuk Read the rest of this entry »

