Pelanggaran Pengendara Motor di Jakarta

Share Button
pelanggaran di zebra cross

pelanggaran di zebra cross

Indonesia adalah penghuni 5 besar dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, dan 60% lebih penduduknya berada di Jawa, terutama Jakarta. Hal ini bisa masuk di logika karena perputaran uang terbanyak memang berada di Jakarta. Dengan sendirinya, angka pertumbuhan para pendatang akan terus meningkat tajam. Namun sepertinya pertumbuhan tersebut tidak sebanding dengan pertumbuhan aparat pemerintah, terutama polisi yang sekarang sudah sangat jauh perbandingannya dengan penduduk, 1:700. Luar biasa, 1 polisi menangani 700 penduduk Jakarta. Hal ini menurut saya sangat rawan sekali akan meningkatnya angka kriminalitas, atau yang mau saya sorot disini adalah angka pelanggaran jika itu mengacu pada polisi lalu lintas (Polantas).

Sepengalaman saya dalam berkendara di Jakarta, sebagian besar pengendara motor melanggar lalu lintas. Bisa saya sebutkan disini pelanggaran-pelanggaran tersebut adalah (yang paling sering saya lihat):

  • Memasuki jalur bus (bus way)
  • Bus way memang sangat menggoda sekali untuk dimasuki, karena selain jalannya mulus, biasanya juga bebas hambatan. Saya pernah juga beberapa kali memasuki bus way, namun sekarang sudah kapok karena sadar bahwa jalur tersebut adalah untuk bus transJakarta.

  • Menerobos lampu merah
  • Lampu merah di Jakarta sebagian besar sudah memakai counter berapa detik lampu tersebut hijau, kuning, dan merah. Karakteristik pengendara motor Jakarta adalah tetap berjalan walaupun lampu sudah merah, biasanya sekitaran 3-7 detik, dan sudah mulai berjalan walaupun lampu hijau baru akan menyala sekitar 5 detik kemudian. Saya beberapa kali di klakson oleh motor-motor yang berada di belakang saya karena saya belum mau jalan pada waktu tersebut.

  • Berhenti di area zebra cross
  • Di setiap lampu merah yang ada zebra crossnya, biasanya ada garis yang tegak lurus zebra cross penanda kendaraan tidak boleh berhenti melewati garis tersebut. Hal ini dimaksudkan agar penyebrang jalan bisa nyaman ketika menyebrang jalan. Namun sebagian besar pengendara motor di Jakarta pasti berhenti di area zebra cross atau bahkan lebih maju lagi mendekati persimpangan jalan.

Sebegitu banyaknya jumlah pelanggar di Jakarta ini membuat saya heran mengapa hal tersebut bisa terjadi. Apakah karena:

  • jumlah polisi lalu lintas yang terlalu sedikit
  • polisi lalu lintas kurang optimal dalam bekerja
  • Khusus kemungkinan faktor yang ini, saya mau memberikan contoh lucu. Di jalan layang Cempaka Putih Jakarta sekarang ini motor dilarang masuk, namun tanda forbiddennya dipasang tepat di mulut jalan layang. Dan yang lebih lucu lagi adalah polisi berjaga bukan di mulut jalan layang untuk ‘menghalau’ motor-motor tersebut agar tidak masuk ke jalan layang, namun di atas jalan layang untuk menjaring motor-motor tersebut untuk dikenai penindakan pelanggaran (tilang). Lucu karena seharusnya bukankah mencegah lebih baik dari mengobati?

  • pengendara motor yang tidak tahu aturan sebenarnya
  • pengendara motor sedang terburu-buru

Faktor-faktor lain mungkin ada, dan berbeda-beda, seperti yang pengendara motor ucapkan ketika terkena tilang polisi. Yang jelas, apapun faktornya, sebaiknya dan seharusnya pelanggaran-pelanggaran lalu lintas ini dihindari, demi kenyamanan pengguna jalan yang lain.

Share Button

Incoming search terms:

contoh pelanggaran lalu lintas, gambar pelanggaran, pelanggaran norma hukum di indonesia beserta gambarnya, gambar dan penjelasan pelanggaran norma, gambar pelanggaran norma, drama tentang norma hukum, Drama Norma Hukum, teks drama norma hukum, kumpulan pelanggaran pengendara motor, NORMA HUKUM, contoh kasus norma hukum, contoh berita pelanggaran hukum, PELANGGARAN NORMA HUKUM DENGAN GAMBAR KARTUN, contoh cerita fakta tentang norma hukum, gambar dan penjelasan tentang hukum

FB Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Tags: ,


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

AddThis Social Bookmark Button

3 Responses to “Pelanggaran Pengendara Motor di Jakarta”

  1. “… pelanggaran-pelanggaran tersebut adalah (yang paling sering saya lihat): Memasuki jalur bus, …”

    Yakin cuma lihat doang tu? Di plurknya lebih dari itu kyknya. Hehehe. (goodluck)

  2. irfan on Oktober 29th, 2010 at 16:49
  3. @irfan: Hehe, kan udah tobat ane gan big grin

  4. latu on Oktober 29th, 2010 at 17:23
  5. Di jalan layang Cempaka Putih Jakarta sekarang ini motor dilarang masuk, namun tanda forbiddennya dipasang tepat di mulut jalan layang. Dan yang lebih lucu lagi adalah polisi berjaga bukan di mulut jalan layang untuk ‘menghalau’ motor-motor tersebut agar tidak masuk ke jalan layang, namun di atas jalan layang untuk menjaring motor-motor tersebut untuk dikenai penindakan pelanggaran (tilang). <~ yang ini emang aneh banget gan, sepertinya pak polisi bukan mencegah, tapi jadi terkesan cari duit big grin

  6. Fahmi (catperku.info) on Februari 10th, 2014 at 11:13

Leave a Reply

Current ye@r *