Tips kencan: is he the one?

dating
Kamu udah punya pacar? Yakin klo pacar kamu adalah “he’s the one”? Beberapa pasangan yang memang bener2 mantep pasti tidak akan ragu untuk menjawab, “tentu, pastinya, ya iyalah”. Tapi bagaimana dengan pasangan yang masih awal2 atau memiliki keraguan terhadap pasangannya. Biasanya mereka akan menjawab, “jalanin aja dulu, liat ntar deh, klo jodoh ga akan kemana ko”.
Naaah untuk yang masih ragu2, coba deh perhatiin tips berikut untuk tau sebenernya dia itu “the one” kamu apa bukan. Daripada nyesel belakangan, mending nyeselnya on time. 10 tanda berikut mengindikasikan bahwa dia kayanya bukan “the one” kamu deh
- Kamu punya setumpuk daftar hal2 apa aja yang dia ga boleh lakukin, omongin, atau dia pake
- Kamu ga percaya sama dia
- Kamu selalu menghindari berantem sm dia.
- Ketika kamu sedih, kamu ga “bersandar” sama dia
- Salah satu dari kalian ada yang kecanduan
- Kamu belum bisa bayangin klo dia itu bakalan jadi orang tua anak kamu
- Cita-cita jangka panjang kalian ga nyambung
- Kalian tidak saling respek.
- Kamu tidak tertarik sama dia
- Di atas kertas dia emang ok, tapi kaya ada yang ngeganjel
Kalo dia ngelanggar, kamu bakal marah besar dan ngancem putus. Kalo kamu bener2 terpaku sama kekurangannya dia itu, mungkin dia bukan seseorang yang kamu inginkan atau kamu belum siap untuk menjalin hubungan yang serius. Coba cari seseorang yang kekurangannya bener2 kamu bisa terima.
Cemburu kecil2an , okelah..tapi klo kamu udah mulai meng”hack” emailnya, atau kamu marah klo dia pergi trus kamu ga diajak, nnnahhh..ada yg salah tuh sama hubungan kalian. Tapi klo emg ada sesuatu dari dia yang bener2 buat kamu ga percaya, mungkin dia memang bukan jodoh kamu.
Berantem itu bagus lho sebenernya, karena klo kamu dan dia berantem dengan cara yang positif (apapula berantem positif, ya gitu lah pkknya) itu akan sangat bagus untuk memperbaiki hubungan kalian dan malah akan membuat kalian saling mengerti satu sama lain. Menghindari masalah ga sama lho dengan tidak punya masalah walaupun mungkin keliatannya mirip
Ketika kamu sedang sedih2nya, nangis ampe kamar kamu banjir, apakah kamu lebih memilih untuk berdiam di kamar mandi biar dia ga bisa liat kamu pas kamu lagi jelek? Ga boleh gituuu, Mr. Right should make you smile through your tears and be a calming, not stressful, presence.
Meskipun dia menarik, manis, dan sangat mencintai kamu, tapi dia kecanduan alkohol, judi, atau bahkan narkoba, jangan berpikir bahwa kamu bisa merubahnya. Useless bo. Kecanduan itu bisa diubah, tapi dia akan mengubahnya dengan caranya sendiri
Tanya sama diri kamu sendiri, apakah dia bener2 bakalan jadi orang tua yang hebat? Dia mapan ga? –Dalam artian dia bisa bertanggung jawab secara finansial (menafkahi) lho ya, bukan berarti kamu matre. Apakah dia bener2 bisa jadi mitra kamu nantinya? Jika kamu ragu, balik lagi bahwa dia mungkin bukan “the one”
Misalnya, kamu pengen punya anak, tapi dia ga karena dia pgn ngurusin badannya (eh maksudnya ngurusin bisnisnya). Kamu pengen selalu salat berjamaah bareng anak2, ternyata dia ateis. Kamu ga pernah punya pikiran klo kamu bakal pindah atau jauh dari kota kelahiran kamu, eh dia pengen tinggal di luar negeri. Perbedaan kecil memang mudah untuk di atasi, tapi tidak untuk perbedaan-perbedaan yang mendasar. Klo udah gitu, balik lagi ke kamunya. Bisa ga kamu berkompromi dengan perbedaan ini.
Dia sering menjelek2an kamu di depan temen2nya atau sering mengeluhkan tentang kamu di hadapan orang tuanya. Atau kamu menunjukkann mimik (pake i lho ya) ga seneng ketika dia ngomong sama kamu karena ada sesuatu yang buat kamu ga nyaman atau merasa malu. Suatu hubungan tanpa rasa respek satu sama lain ga akan mungkin bertahan
Keintiman fisik, percaya atau tidak, adalah salah satu komponen penting untuk menjaga hubungan yang romantis agar terus berlangsung.
Klo iya begitu, jangan abaikan. Dengarkanlah kata hatimu. Kamu mungkin asik2 aja pada tingkat yang dangkal. Tapi percaya deh, kata hati biasanya bener
& Komentar
Other Links to this Post
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. TrackBack URI

By petra, 29 Januari 2010 @ 22:36
wow, nice post gan!
By inay, 30 Januari 2010 @ 09:52
wah wah, jadi gmn tu? kapan undangannnya?
By latu, 30 Januari 2010 @ 11:55
@petra: gara2 lupa komennya apa ya gan?
tp tq info nya
@inay: ya ditungguin aja nay
By ghifar, 30 Januari 2010 @ 20:24
Thx Latu
gw suka postingan ini
By ibam, 10 Februari 2010 @ 14:02
“Kamu ga pernah punya pikiran klo kamu bakal pindah atau jauh dari kota kelahiran kamu, eh dia pengen tinggal di luar negeri.” Ouch, ngena pisan. >_< Artikelnya bagus gan, dipraktekin langsung ya tampaknya?
By latu, 10 Februari 2010 @ 14:10
ngena juragan? waah…pas pisan atuh artikelnya
Tengkyu juragan udah jauh2 mampir dari paris
By kitty, 11 Februari 2010 @ 04:44
direkomendasiin ibam.
terimakasih ya, bagus artikelnya.
By latu, 11 Februari 2010 @ 08:38
Emang ibam bilang apa? haha, sama2 juragan, thanks for coming