Des
Mimpi

mimpi
Semua orang pasti atau setidaknya pernah memiliki mimpi karena mimpi tidak mengenal usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan atau bahkan kondisi kesehatan. Mimpi yang dimaksud di sini adalah mimpi yang dilakukan secara sadar –bukan bunga tidur- atau yang biasa kita kenal dengan istilah “harapan”. Mimpi adalah tindakan imajinatif dalam pikiran yang dapat menghasilkan sebuah kekuatan yang dapat kita gunakan sebagai jembatan masa depan. Kekuatan yang tanpa kita sadari dapat mempengaruhi sel-sel otak kita untuk mewujudkan harapan. Karena mimpilah kita memiliki kekuatan untuk memperjuangkan sesuatu, walaupun dalam prakteknya kita mungkin akan melewati keadaan yang kadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
“Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”. Kalimat ini saya ambil dari film “Sang Pemimpi”. Kalimat yang sederhana tapi memiliki arti yang luar biasa. Dengan bermimpi kita akan seolah-olah oleh Tuhan dibentukkan sebuah jalan dalam pikiran yang siap menuntun kita menjadi seperti apa yang kita impikan. Orang sukses benar-benar menjadi sukses karena jauh sebelum ia sukses, ia mempunyai mimpi-mimpi yang hebat. Orang-orang sukses itulah yang menjadi inspirasi saya untuk bisa bermimpi, dimulai dari mimpi yang sederhana. Karena yang penting dari mimpi bukanlah seberapa besar mimpi itu, tapi sebesar apa kita untuk mimpi itu.
Dulu ketika saya kecil, saya mempunyai mimpi untuk menjadi seorang kernet. Mimpi yang sederhana memang. Tapi pada saat itu saya benar-benar berusaha agar saya bisa memiliki kemampuan sebagai seorang kernet. Usaha itu tergambar pada bagaimana tanpa letihnya saya berimajinasi dengan bergelantungan ala kernet di kolong meja besar.
Seiring dengan makin berkembangnya pola pikir, mimpi saya pun meningkat. Hal ini bisa terjadi karena keluasan pengetahuan akan membantu kita untuk membuat pikiran kita lebih terbuka sebagai prasyarat sebuah optimisme. Saya mempunya 2 mimpi, mimpi khusus dan mimpi umum. Mimpi khusus saya adalah saya ingin nama saya ada pada daftar pustaka sebuah buku atau muncul di situs pencarian seperti google, live atau yahoo, karena prestasi dan keahlian saya. Saya ingin keberadaan saya diakui dan memberikan manfaat kepada lingkungan di mana saya hidup atau bahkan lebih luas dari itu.
Sedangkan untuk mimpi umum saya ingin bahwa tiap harinya saya harus bisa bertambah kaya, baik ilmunya, amalnya ataupun hartanya. Dengan ilmu, kita bisa meraih segalanya yang ada di dunia ini, dengan amal kita akan selalu ingat bahwa kita bukanlah segalanya, dan harta adalah sarana penunjang untuk mencapai 2 kriteria tersebut.
Bermimpi adalah kegiatan yang sangat penting untuk pencapaian hidup. Apapun hal yang akan kita lakukan, entah itu mengawali sebuah usaha, pekerjaan ataupun kegiatan lain yang kita harapkan hasilnya, bermimpilah tentang hal tersebut. Bermimpilah bahwa kita telah mengalami sebuah hasil dari yang akan kita lakukan. Namun, bermimpi saja tidaklah cukup, mimpi-mimpi yang tidak dtuangkan tidak akan membuahkan hasil. Bergeraklah, langkah ke-1000 dimulai dari langkah pertama.
Atas dasar itulah saya selalu berusaha agar mimpi saya tercapai. Saya tancapkan kuat-kuat niat saya untuk menggapai mimpi tersebut. Saya konversikan niat tersebut dalam bentuk tulisan dan saya teriakkan dengan lantang bahwa saya pasti bisa menggapainya. Cara termudah untuk menjalankan niat itu adalah dengan belajar. Kapanpun dan dimanapun kita bisa belajar, belajarlah. Dan untungnya setelah saya lulus dari perguruan tinggi, saya bekerja di perusahaan yang giat melakukan training, ASTRA –Asal Senggang, TRAining.
Jalan untuk menggapai mimpi tidaklah selalu mulus. Seringkali kita menemui kegagalan yang bisa membuat kita patah semangat untuk menggapai mimpi. Faktor internal dan eksternal yang menjadi biang di balik kegagalan itu. Malas, takut, tidak beruntung, bencana alam, ataupun faktor x lainnya adalah contoh kecil yang bisa menunjukkan bahwa untuk menggapai sesuatu yang kita harapkan tidaklah mudah. Tapi yang perlu kita ingat adalah kegagalan bukan untuk ditangisi karena kegagalan adalah harga yang harus dibayar untuk kesuksesan yang ingin kita dapatkan.
Jadi tidak ada alasan untuk tidak bermimpi. Bermimpilah! Karena mimpi akan membentuk sebuah sikap yang optimis dan memotivasi diri mewujudkan apa yang kita impikan. Dan seperti kata Arai dalam Sang Pemimpi, “Orang macem kite nih harus bisa bermimpi, kalo tak bermimpi kite kan mati”.

21:02, 22.12.2009
assa.
tambahan tu, yg penting bukan seberapa besar mimpi kita, tapi seberapa besar kita untuk mimpi kita tersebut..
wass.
22:38, 22.12.2009
@riecong, quote itu juga udah gw tulis ko. Ada di kalimat terakhir paragraf ke-2
20:10, 29.12.2009
Yapz…Mimpi Itu seperti doa yang senantiasa didengarkan oleh Allah.. Aku setuju bgt sm “riecong n kutipan di film sang pemimpi”.. Usaha+doa+restu orang tua itu yang penting buat menggapai mimpi.
Oya…ttg mimpi kakak yang pertama, aku juga punya kutipan kata2 bijak dr buku yg penah aku baca, kalo ga salah isinya kyk gini “if u would not be 4gotten as soon as u are dead, write things worth reading, or do things worth writing”
Ya..semoga ilmu, pengalaman hidup, dsb bisa dtuangkan dalam sebuah buku agar kita bisa diingat oleh orang2 di dunia selama kita masih hidup dan trus diingat sampai akhir hayat..
Dua Kata buat Kaka ” Semangat dan Lanjutkan!!”