ITIL

Diagram ITIL

Diagram ITIL

Pernah denger ITIL? Orang yang tidak berkecimpung di dunia IT biasanya akan tersenyum begitu mendengar kata ITIL. Bahkan orang IT yang belum pernah mendengar inipun pasti akan melakukan hal yang sama, berpikir ITIL adalah sesuatu yang berhubungan dengan seksualitas. Tapi ga mungkin dong saya membahas ITIL yang itu. (yaaaah…winking

ITIL yang akan saya bahas adalah ITIL (the IT Infrastructure Library), yaitu dokumen-dokumen yang secara esensial digunakan untuk membantu mengimplementasikan kerangka kerja untuk IT Service Management.

ITIL pada saat ini telah mencapai versi 3, namun ITIL yang akan diterangkan di sini adalah ITIL versi 2 yang membagi prosesnya menjadi 3 modul, yaitu:

ITIL Service Support, di dalamnya terdapat 5 proses

1) Incident Management

Insiden adalah sebuah kejadian yang bukan merupakan bagian dari operasi standar yang (mungkin) menyebabkan terhentinya atau menurunnya kualitas pelayanan.

Tujuan dari proses Incident Management adalah mengembalikan kualitas pelayanan secepat mungkin ketika insiden terjadi seperti sediakala, sehingga dapat meminimalisir gangguan terhadap pekerjaan user.

2) Problem Management

Tujuan dari Problem Management adalah mencegah timbulnya kesalahan yang sama (pengulangan kesalahan) yang diakibatkan oleh adanya infrastruktur IT di dalam proses bisnis.

3) Configuration Management

Configuration Management menyediakan sebuah model infrastruktur atau model pelayanan dengan mengidentifikasi, mengontrol, memperbaiki, dan memverifikasi versi dari Configuration Items (CIs) yang dipakai dan memperbaharuinya ke dalam CMDB (Configuration Management Database)

CIs sendiri berisi kategori, atribut, keterkaitan, status, dan nomor unik dari aset yang terdaftar di dalam CMDB.

4) Change Management

Change Management digunakan untuk memastikan bahwa hanya perubahan yang disetujui saja yang dapat diimplementasikan dengan menggunakan metode dan prosedur yang sudah distandardisasi, sehingga dapat meminimalisir akibat negative yang dapat timbul terkait pengimplementasian perubahan ini.

5) Release Management

Release adalah sekumpulan perubahan yang sudah disetujui dalam IT service. Release management merencanakan, mendesign, membangun, mengonfigurasi, dan melakukan pengujian terhadap perangkat keras dan perangkat lunak yang akan dirilis, untuk menjaga kualitas pelayanan.

ITIL Service Delivery, di dalamnya terdapat 5 proses

1) Service Level Management

Tujuan utama dari Service Level Management adalah untuk menjaga dan memperbaiki kualitas pelayanan, dan mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh user. Karena itulah hubungan yang baik harus terjaga antara IT Services dan customers.

Dalam Service Level Management terdapat beberapa proses, yaitu:

a) SLA (Service Level Agreement)

Bentuk persetujuan antara business customer dengan IT provider

b) OLA (Operational Level Agreement)

Bentuk persetujuan antara sesama IT provider

c) UC (Underpinning Contracts)

Perjanjian antara SLM (Service Level Manager) dengan supplier (external provider) diluar perusahaan

d) SLR (Service Level Requirement)

Proses yang berisi hal-hal apa saja yang diinginkan oleh user

2) Availability Management

Tujuan dari proses Availability Management adalah untuk mengoptimalkan kapabilitas dari IT Infrastructure dan services, serta membantu perusahaan menjaga kualitas pelayanan agar selalu sesuai dengan standar yang berlaku.

3) Capacity Management

Tujuan dari proses Capacity Management adalah untuk memastikan bahwa semua aspek yang berhubungan dengan kapasitas dan performansi business requirements, baik saat ini maupun yang akan datang akan selalu disediakan dalam waktu dan biaya yang efektif

4) Financial Management

Tujuan dari proses Financial Management adalah untuk menjaga biaya yang dianggarkan untuk IT assets dan resources (yang digunakan dalam menyediakan layanan IT) bisa dikeluarkan seefektif mungkin.

5) IT Service Continuity Management

Tujuan dari proses ITSCM adalah untuk membantu proses BCM (Business Continuity Management) dengan cara memastikan bahwa IT technical dan services, yang meliputi: sistem komputer, jaringan, aplikasi, telekomunikasi, technical support dan Service Desk, dapat segera diperbaiki bila kegagalan sistem terjadi.

BCM sendiri terfokus pada pengelolaan resiko untuk memastikan sebuah perusahaan tetap dapat beroperasi ketika terjadi kegagalan sistem, setidaknya dalam tingkatan yang minimal.

ITIL Security Management

di dalamnya terdapat 1 proses, yaitu Security Management.

Security Management
bertanggung jawab dalam mengelola dan meningkatkan keamanan sehingga informasi hanya dapat dipergunakan oleh orang yang memiliki otoritas untuk mengakses informasi tersebut.

Incoming search terms:

incident management adalah, itil, service level agreement adalah, apa itu itil, Operational Level Agreement, capacity management di itil, incident management, perbedaan antara Incident management and Problem management, metode ITIL, perbedaan incident dan problem management, perbedaan incident management, apa itu change management, perbedaan itil service support dan itil service delivery, problem management adalah, service level management

Tags: ,


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.


AddThis Social Bookmark Button


Leave a Reply