Apple, perfeksionisme dari seorang Jobs

Logo Apple
Kamu pengguna produk Apple? Pastinya puas dong dengan interfacenya dan kinerjanya yang begitu memukau. Apple dikenal sebagai salah satu raksasa dalam bisnis komputer saat ini. Namun dibalik kesuksesan tersebut, ternyata perjalanan penuh peluh dan kerja keras harus dilalui oleh pendirinya, Steven Paul Jobs.
Lahir sebagai anak yang tak diknhendaki orang tua biologisnya, Joanne Carole Schiable dan Abdulfattah Jandali, Jobs kemudian diadopsi oleh oleh Paul dan Clara Jobs sejak masih bayi dan diberi nama Steven Paul. Kehidupan kecil Jobs tak seindah anak-anak lainnya. kerja keras senantiasa mengiringinya. Selepas menyelesaikan SMU di California, Jobs kemudian melanjutkan pendidikannya di Reed College. Karena masalah biaya, dia kemudian keluar setelah hanya menempuh selama enam semester. Namun dia meneruskan mempelajari kaligrafi di Reed College.
Pada musim gugur 1974, Jobs kembali ke California dan mulai menghadiri pertemuan Home-brew Computer Club dengan Wozniak. Dia kemudian bekerja sebagai teknisi di Atari, sebuah perusahaan manufaktur video game.
Pada 1976, Jobs dan teman dekatnya, Stephen Wozniak dengan seorang penyandang dana AC “Mike” Markkula, mendirikan Apple. Jobs dan Wozniak merupakan temean dekat. Perkenalan mereka terjadi pada 1971 saat teman karib mereka, Bill Fernandez, memperkenalkanWozniak yang pada waktu itu berusia 21 tahun, dengan Jobs, yang baru menginjak usia 17 tahun.
Sebelum mendirikan Apple bersama Jobs, Wozniak adalah seorang hacker elektronik. Kebersamaan yang terjalin di antara anak muda tersebut ditambah semangat untuk mengubah nasib menjadi bekal dalam usaha mendirikan Apple.
Usaha mereka di awali dari garasi rumah orangtua Jobs. Mereka bekerja keras membuat produk komputer yang bisa diterima publik. Berkat kerja keras mereka, sebuah produk personal komputer (PC) sukses diluncurkan pertama kali dan diterima antusias oleh konsumen. Produk tersebut bernama Macintosh.
Macintosh menjadi produk komersial tersukses pertama untuk jenis komputer mini yang dilengkapi GUI. Dalam pengembangan produknya, Jobs dibantu oleh Jef Raskin, seorang ahli komputer lulusan pendidikan komputer dari Pensylvania State University.
Produk macintosh menjadi salah satu produk yang paling dicari pada awal pengembangannya. Popularitasnya waktu itu mengalahkan produk komputer lainnya. Bisa dlibilang, Macintosh memiliki citra tersendiri di kalangan para pengguna komputer.
Salah satu yang membuat produk macintosh banyak diminati adalah terletak pada sisi keindahannya. Ini tak lepas dari sentuhan tangan dingin Jobs. Dia menggunakan ilmu Kaligrafi yang pernah dipelajarinya di Reed College dalam merancang design Macintosh.
Sikap perfeksionis yang dimilikinya juga adalah faktor yang mampu membuat Apple begitu digemari masyarakat. Aspek inilah yang membuat Jobs dikagumi dan dibenci oleh karyawannya. jobs tidak akan membiarkan karyawannya berhenti bekerja sampai menghasilkan produk yang benar-benar sesuai keinginannya. Jobs akan terus meminta revisi kepada karyawannya meski harus lembur ataupun tidak libur sampai karya tersebut benar-benar sempurna.
Meski menjadi pendiri Apple, Jobs ternyata pernah keluar dari perusahaan yang didirikannya itu pada tahun 1985 (keluarnya tahun 1985, bukan didirikannya
) dan mendirikan perusahaan baru, NeXT Computer. Meski tak sesukses Apple, NeXT Computer tetap menjadi perusahaan yang disegani, salah satunya adalah karena faktor Jobs.
Namun takdir membawa Jobs kembali ke Apple. Pada tahun 1997, Apple membeli NeXT dengan harga US $429 juta. Kesepakatan ini akhirnya membawa Jobs kembali ke perusahaan yang didirikannya dan kemudian menjadi CEO Apple hingga sekarang.
sumber: sindo
Tidak ada Komentar
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. TrackBack URI
